JAKARTA - Ustadz Haji Aswan Zain, seorang alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin, menegaskan pentingnya kaum Muslim memaknai bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak aktivitas tadarus Al Qur’an. Menurutnya, tadarus tidak sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ibadah yang menjadi bentuk penghormatan terhadap kitab suci yang diturunkan pada bulan Ramadhan.
Ustadz Aswan mengajak seluruh lapisan masyarakat Muslim untuk menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan tadarus yang rutin, termasuk mengajak generasi muda serta keluarga. Ia melihat momentum Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Al Qur’an, sekaligus memperkuat kebersamaan umat. Pandangan tersebut mencerminkan tradisi yang sudah berlangsung lama di masyarakat Muslim dari berbagai daerah di Indonesia.
Makna Tadarus dalam Kehidupan Umat Muslim
Bagi banyak umat Islam, Ramadhan merupakan bulan istimewa yang penuh dengan berkah, rahmat, dan maghfirah — pengampunan dari Allah SWT. Itulah sebabnya, katanya, membaca dan menelaah Al Qur’an dalam suasana bulan suci sangat dianjurkan. Ia menambahkan bahwa membaca kitab suci secara rutin bersama-sama bukan hanya memperindah suasana Ramadhan tetapi juga memperkuat keimanan setiap individu.
“Dengan tadarus bukan cuma sekadar menyemarakkan suasana Ramadhan, tapi juga baik secara langsung ataupun tidak langsung memuliakan Al Qur’an,” ujar Aswan.
Menurut Aswan, Al Qur’an bukan sekadar buku suci biasa, melainkan petunjuk bagi umat manusia. Ia mendorong para jamaah, terutama para ibu yang rutin melakukan tadarus setiap pagi setelah shalat Subuh, untuk melanjutkan tradisi itu dan mengajak generasi berikutnya agar tadarus ini terus berlanjut setiap tahun.
Tadarus di Berbagai Komunitas dan Lingkungan
Tadarus Al Qur’an bukan fenomena yang hanya terjadi di satu komunitas. Di banyak daerah di Indonesia, komunitas Muslim telah menerapkan kegiatan ini sebagai bagian penting dari ibadah Ramadhan. Misalnya, di sejumlah masjid dan mushala di berbagai kota, jamaah berkumpul setelah shalat Subuh atau setelah tarawih untuk membaca Al Qur’an bersama, saling mengoreksi bacaan, dan merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca.
Tradisi membaca Al Qur’an bersama ini tidak hanya terjadi dalam lingkungan masjid. Beberapa pesantren dan lembaga pendidikan Islam juga memasukkan waktu tadarus dalam jadwal kegiatan harian mereka selama bulan suci. Di lingkungan pesantren misalnya, santri sering mengikuti tadarus berjamaah secara rutin dengan tujuan mempererat kebersamaan dan mendorong motivasi untuk memahami kitab suci secara lebih mendalam.
Adapun, istilah “tadarus” itu sendiri merujuk pada praktik membaca, menghafal, dan juga memahami Al Qur’an secara bergantian dalam kelompok atau bersama-sama. Sebuah artikel keagamaan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat dianjurkan di bulan Ramadhan karena bulan ini merupakan waktu yang penuh berkah dan merupakan momen turunnya Al Qur’an, sehingga memperbanyak bacaan dan interaksi dengan kitab suci adalah suatu amalan yang membawa banyak pahala.
Mengajak Peran Aktif Jamaah dan Generasi Muda
Aswan tidak hanya menekankan pada aspek spiritual tadarus, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya regenerasi. Ia berharap kegiatan tadarus yang selama ini rutin dilakukan oleh jamaah ibu-ibu di Masjid Assa’adah dapat dilanjutkan oleh generasi muda, remaja, dan keluarga di rumah. Tujuannya agar tradisi membaca Al Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas yang dilakukan saat Ramadhan, tetapi terus berlanjut dan melekat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari umat Muslim.
Pendekatan seperti ini, menurutnya, juga dapat memperkuat rasa kebersamaan antar anggota keluarga serta antar komunitas Muslim di lingkungan masing-masing. Tadarus menjadi momen kolektif yang mempertemukan berbagai generasi, dari yang tua hingga anak muda, untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada ajaran Islam melalui Al Qur’an.
Banyak pihak mengakui bahwa saat ini, dengan berbagai tantangan modern seperti kesibukan kerja dan arus digitalisasi, kegiatan ibadah bersama seperti tadarus perlu terus digelorakan agar umat tetap fokus pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membangun nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Tadarus sebagai Wujud Penghormatan terhadap Al Qur’an
Dalam berbagai kesempatan, para ulama dan tokoh agama sering menekankan pentingnya penghormatan terhadap Al Qur’an, terutama di bulan Ramadhan. Membaca dan memahami Al Qur’an adalah bagian dari syiar Islam yang diamalkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Tadarus menjadi manifestasi nyata dari penghormatan tersebut karena melalui kegiatan ini, Al Qur’an dibaca, didiskusikan, dan direnungkan bersama.
Menurut beberapa ulama, selain bacaan sendiri-sendiri, membaca Al Qur’an secara berjamaah memiliki keutamaan tersendiri karena dapat saling melengkapi dan saling belajar antara satu dengan yang lainnya. Tradisi kolektif ini membantu jamaah untuk memperbaiki bacaan dan memahami konteks ayat secara lebih baik, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an bisa lebih diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Semangat Ramadhan Sepanjang Bulan
Menjelang pertengahan Ramadhan, banyak komunitas Muslim semakin intens dalam menjalankan tadarus. Di sejumlah daerah bahkan ada program-program khusus seperti tadarus tematik, kajian tafsir, serta diskusi kelompok setelah membaca Al Qur’an. Aktivitas semacam ini tidak hanya membangun semangat beribadah, tetapi juga memperluas wawasan dan pemahaman umat terhadap kandungan ajaran Islam.
Dengan cara itulah, banyak komunitas berharap tadarus yang mereka lakukan dapat menjadi warisan kebiasaan baik yang terus dibawa bahkan setelah bulan suci Ramadhan berakhir. Harapannya, semangat Ramadhan sekaligus kedekatan spiritual dengan Al Qur’an tidak hanya hadir di bulan suci saja, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sepanjang tahun.
Penutup: Semarakkan Ramadhan dengan Kesadaran Spiritual
Ustadz Aswan Zain menutup ajakannya dengan harapan agar kaum Muslim terus menghidupkan bulan Ramadhan melalui kegiatan yang bermakna, terutama tadarus Al Qur’an. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana memperkuat iman, mempererat tali persaudaraan antar umat, serta menjadi bekal spiritual yang tak ternilai harganya.
Dengan semangat yang sama, para jamaah Masjid Assa’adah dan masyarakat Muslim di daerah lainnya di seluruh Indonesia terus melaksanakan tradisi tadarus, menjadikannya sebagai bagian penting dari ibadah Ramadhan yang penuh berkah.